Disdikbud Kukar Libatkan Anak PAUD dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2025

img

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara melalui Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) turut ambil bagian dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025 dengan melibatkan anak-anak PAUD dari berbagai satuan pendidikan.

 

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan usia dini yang sejalan dengan tema nasional Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.

 

Kabid PAUD dan PNF Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan bahwa meskipun HAN secara sektoral berada di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), pihaknya tetap berinisiatif mengakomodasi semangat satuan pendidikan PAUD untuk turut merayakannya.

 

“Kami tetap mendukung dan memfasilitasi perayaan ini bersama-sama, termasuk melibatkan anak-anak PAUD,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

 

Pujianto berharap momentum ini tidak hanya menjadi momen rekreasi bagi anak-anak, tetapi juga menjadi penyemangat bagi para pendidik untuk terus meningkatkan layanan pendidikan usia dini.

 

“Ini sekaligus menjadi momen liburan yang menyenangkan bagi anak-anak, dan menambah semangat para guru dalam memberikan layanan pendidikan,” katanya.

 

Dalam kerangka yang lebih luas, Disdikbud Kukar juga terus mengembangkan pendekatan pendidikan holistik dan integratif (PAUD-HI) sebagai bagian dari komitmen terhadap pemenuhan hak-hak anak.

 

“PAUD-HI ini melibatkan OPD, Bunda PAUD, camat, desa, dan mitra lainnya untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan anak usia dini,” jelas Pujianto.

 

Ia menambahkan bahwa program PAUD-HI tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mencakup aspek pengasuhan, kesehatan, gizi, kesejahteraan, dan perlindungan anak. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam implementasinya.

 

“Semua itu tidak bisa dilaksanakan sendiri tanpa keterlibatan lintas sektor,” tegasnya.

 

Salah satu kontribusi nyata PAUD dalam pembangunan daerah adalah peran strategisnya dalam pencegahan stunting. Disdikbud Kukar telah melaksanakan pelatihan kepada guru-guru PAUD agar memahami penanganan stunting secara tepat.

 

“Capaian pelatihan sudah hampir 90 persen. Ini bagian dari komitmen kami dalam mendukung program pencegahan stunting,” ungkapnya.

 

Pihaknya juga terus menjalin koordinasi dan sinergi dengan stakeholder lain untuk memastikan anak-anak di Kukar tumbuh optimal secara fisik dan mental.

 

“Kami terus berkolaborasi dalam program pengembangan anak usia dini secara menyeluruh,” tambah Pujianto.

 

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan pesan kepada para guru PAUD agar tetap bekerja dengan hati dan terus meningkatkan kompetensi.

“Ajarkan anak-anak dengan keikhlasan. Layanan PAUD yang berkualitas tidak akan tercapai tanpa peningkatan kapasitas tenaga pendidik,” tutupnya. (adv)